Ciri khasnya adalah benda jatuh tanpa
kecepatan awal (vo = nol). Semakin ke bawah gerak benda semakin
cepat.Percepatan yang dialami oleh setiap benda jatuh bebas selalu sama, yakni
sama dengan percepatan gravitasi bumi (a = g) (besar g = 9,8 m/s2 dan sering
dibulatkan menjadi 10 m/s2).
Rumus gerak jatuh bebas ini merupakan
pengembangan dari ketiga rumus utama dalam GLBB seperti yang telah diterangkan
di atas dengan modifikasi : s (jarak) menjadi h (ketinggian) dan vo = 0 serta
percepatan (a) menjadi percepatan grafitasi (g).coba kalian perhatikan rumus yang
kedua.Dari ketinggian benda dari atas tanah (h) dapat digunakan untuk
mencari waktu yang diperlukan benda untuk mencapai permukaan tahah atau
mencapai ketinggian tertentu.Namun ingat jarak dihitung dari titik asal
benda jatuh bukan diukur dari permukaan tanah.
contoh : Balok jatuh dari ketinggian 120 m
berapakah waktu saat benda berada 40 m dari permukaan tanah?
jawab : h = 120 - 40 = 80 m
t = 4 s